
Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) memperkenalkan program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Mahasiswa Baru Tahun 2026, Selasa (15/9/2026).
Sesi yang berlangsung pukul 11.00–11.45 WITA tersebut menghadirkan Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPAIK) UNIMOF, Abdul Gadri Jihad, M.Pd., sebagai narasumber. Kegiatan diikuti mahasiswa baru UNIMOF Tahun 2026 sebagai bagian dari pengenalan kehidupan akademik dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya, Abdul Gadri memperkenalkan posisi AIK dalam penyelenggaraan pendidikan di UNIMOF. AIK tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran keislaman dan Kemuhammadiyahan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter, spiritualitas, akhlak, serta kepedulian sosial mahasiswa.
Menurutnya, UNIMOF mengembangkan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan kemampuan akademik dengan nilai moral dan spiritual. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk sivitas akademika yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga karakter dan integritas dalam menjalani kehidupan kampus maupun kehidupan bermasyarakat.
“Program AIK di UNIMOF tidak hanya diarahkan pada penguatan pemahaman keislaman dan Kemuhammadiyahan, tetapi juga pada pembentukan akhlak, spiritualitas, dan karakter sivitas akademika. Pada saat yang sama, kita membangun kehidupan kampus yang inklusif, saling menghargai, dan harmonis di tengah keberagaman,” ujar Abdul Gadri.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan keberadaan LPPAIK sebagai lembaga yang memiliki peran dalam pengkajian dan pengembangan program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan UNIMOF.
LPPAIK tidak hanya menjalankan pembinaan bagi mahasiswa, tetapi juga mengembangkan program yang menyasar dosen dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, pembinaan nilai spiritual dan keagamaan diharapkan menjadi bagian dari kehidupan sivitas akademika secara menyeluruh.
Salah satu program yang diperkenalkan ialah pendidikan dan pembinaan sumber daya manusia serta spiritual bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika lintas agama. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan UNIMOF dalam membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman.
Bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Muslim, UNIMOF menyediakan program Pembinaan Iman yang menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman keislaman sekaligus nilai-nilai Kemuhammadiyahan. Pembinaan tersebut mencakup kajian Islam dan Kemuhammadiyahan, pembinaan akhlak dan spiritual, motivasi serta penguatan mental, hingga pembiasaan ibadah dan kegiatan keagamaan.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa Muslim memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan iman juga diarahkan untuk mendukung terbentuknya pribadi yang memiliki landasan spiritual, akhlak, dan integritas dalam menjalani kehidupan akademik.
Di sisi lain, UNIMOF juga memberikan ruang pembinaan kerohanian bagi sivitas akademika Katolik melalui KCK atau Keluarga Sivitas Katolik Universitas Muhammadiyah Maumere.
Keberadaan KCK menjadi salah satu ruang bagi sivitas akademika Katolik untuk menjalankan pembinaan kerohanian sesuai dengan keyakinannya. Kegiatannya antara lain ibadah bersama, pendalaman iman, sharing nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan kampus, serta kegiatan yang memperkuat persaudaraan dan solidaritas.
Ruang pembinaan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan spiritual di UNIMOF tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas keagamaan internal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan kampus yang damai dan harmonis di tengah keberagaman.
Pengenalan program AIK kepada mahasiswa baru sekaligus menjadi kesempatan bagi UNIMOF untuk memperkenalkan karakter kehidupan kampus kepada mahasiswa sejak awal masa perkuliahan. Mahasiswa diharapkan memahami bahwa pendidikan di UNIMOF tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga memberi perhatian terhadap pembentukan karakter dan kehidupan sosial.
Dalam konteks keberagaman mahasiswa, pendekatan tersebut menjadi penting. Mahasiswa berasal dari latar belakang yang beragam sehingga kehidupan kampus membutuhkan sikap saling menghormati, toleransi, solidaritas, dan kemampuan membangun kerja sama tanpa menghilangkan identitas keagamaan masing-masing.
Melalui program AIK dan berbagai ruang pembinaan spiritual yang tersedia, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal sekaligus mengambil bagian dalam kehidupan kampus yang berorientasi pada pengembangan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.
Pengenalan tersebut juga menjadi langkah awal agar mahasiswa memahami peran LPPAIK dan berbagai program pembinaan yang dapat diikuti selama menempuh pendidikan di UNIMOF.
Ke depan, program AIK diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian orientasi mahasiswa baru, tetapi dapat diikuti secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter sivitas akademika.
Bagi mahasiswa Muslim, program Pembinaan Iman dapat menjadi ruang untuk memperdalam kajian Islam dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan serta memperkuat akhlak dan spiritualitas. Sementara bagi sivitas akademika Katolik, keberadaan KCK menjadi ruang pembinaan kerohanian sekaligus penguatan persaudaraan di lingkungan kampus.
Dengan pendekatan tersebut, UNIMOF terus mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang mampu mempertemukan kecerdasan intelektual dengan nilai spiritual, akhlak, kemanusiaan, dan kebersamaan. Mahasiswa tidak hanya diharapkan menjadi insan yang berilmu, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu menghargai perbedaan, serta siap hidup dan bekerja sama dalam masyarakat yang majemuk.
Pengenalan AIK pada hari kedua OKK 2026 pun menjadi bagian dari langkah awal UNIMOF dalam memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru: sebuah ruang pendidikan yang berupaya menumbuhkan kecerdasan, karakter, spiritualitas, dan persaudaraan dalam keberagaman.

