Mengenal Lebih Dekat Fakultas Sains dan Bisnis, Langkah Awal Mahasiswa Baru Menjalani Kehidupan Akademik
Activity

Mengenal Lebih Dekat Fakultas Sains dan Bisnis, Langkah Awal Mahasiswa Baru Menjalani Kehidupan Akademik

15/09/2026
Admin UNIMOF
5 min read
Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) Tahun 2026 mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat Fakultas Sains dan Bisnis (FSB)

Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) Tahun 2026 mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat Fakultas Sains dan Bisnis (FSB) sebagai bagian dari rangkaian Orientasi Kehidupan Kampus (OKK), Selasa (15/9/2026).

Pengenalan tersebut berlangsung pukul 09.45–10.30 WITA di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maumere dengan menghadirkan Dekan Fakultas Sains dan Bisnis, Nurdin H. Abd. Rahman S., S.E., M.M., sebagai narasumber.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan profil fakultas, struktur pengelolaan, program studi, visi, misi, tujuan, hingga strategi pengembangan Fakultas Sains dan Bisnis. Materi tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk memahami lingkungan akademik yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka di UNIMOF.

Dekan FSB Nurdin H. Abd. Rahman menjelaskan bahwa Fakultas Sains dan Bisnis berdiri pada 13 September 2023, seiring dengan perubahan bentuk Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Maumere menjadi Universitas Muhammadiyah Maumere.

Perubahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 763/E/O/2023 dan diperkuat dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 011/KEP/II.3.AU/D/2023.

Saat ini, Fakultas Sains dan Bisnis dipimpin oleh Nurdin H. Abd. Rahman S., S.E., M.M. sebagai Dekan, didampingi Muhammad Syahrun, S.E., M.M. sebagai Wakil Dekan. Pengelolaan administrasi fakultas juga didukung oleh Asri, S.Pd., M.Pd., dan Elisabeth Evenince, S.T., M.Ling.

Selain mengenal struktur pengelolaan fakultas, mahasiswa baru diperkenalkan dengan tiga program studi yang berada di bawah FSB. Ketiganya mencerminkan keberagaman bidang keilmuan yang dikembangkan, yakni kesehatan, teknologi informasi, dan bisnis digital.

Program Studi Administrasi Kesehatan dipimpin Yohanes Paulus Mae, S.Kep., M.K.M. dan dalam materi pengenalan tercantum dengan status akreditasi “Unggul”. Sementara Program Studi Informatika dipimpin Suwanty, S.Pd., M.Kom. dengan status “Terakreditasi”.

Adapun Program Studi Bisnis Digital dipimpin Andy Suriyani, S.E., M.M. dengan status akreditasi “Baik” sebagaimana tercantum dalam materi yang disampaikan pada kegiatan OKK.

Pengenalan program studi tersebut diharapkan membantu mahasiswa baru memahami bidang keilmuan yang mereka pilih sekaligus melihat peluang pengembangan kompetensi selama menempuh pendidikan di FSB.

Dalam pemaparannya, Nurdin juga menjelaskan visi Fakultas Sains dan Bisnis, yaitu “Mewujudkan Fakultas Sains dan Bisnis yang Mampu Menghasilkan Sarjana Unggul di Nusa Tenggara Timur dengan Menjalankan Outcome Based Education yang Religius.”

Menurutnya, terdapat tiga kata kunci utama dalam visi tersebut, yakni unggul, Outcome Based Education (OBE), dan religius.

Keunggulan diarahkan pada upaya menghasilkan sarjana yang tidak hanya memiliki kompetensi di bidang keilmuannya, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta berkontribusi dalam pelaksanaan Catur Dharma perguruan tinggi. Sementara OBE menempatkan capaian atau hasil pembelajaran mahasiswa sebagai orientasi utama proses pendidikan.

Adapun aspek religius diarahkan pada pembentukan lulusan yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk mewujudkan visi tersebut, FSB memiliki enam misi, antara lain menyelenggarakan pembelajaran sains dan bisnis yang efektif dan terintegrasi dengan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat, meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian, serta menumbuhkan semangat keunggulan di kalangan sivitas akademika.

FSB juga menempatkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan Multikultural sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter sivitas akademika. Selain itu, fakultas berupaya membangun kultur kerja berbasis nilai keagamaan serta memperkuat Gugus Penjaminan Mutu dalam menjalankan Sistem Penjaminan Mutu Internal secara konsisten.

Dalam mencapai visi dan misinya, FSB mengembangkan sejumlah strategi, termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran untuk menghasilkan lulusan berdaya saing global, peningkatan kompetensi dosen, serta penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hasil penelitian dan pengabdian juga diarahkan untuk dipublikasikan melalui jurnal ilmiah terindeks SINTA maupun jurnal nasional dan internasional, dengan tetap memperhatikan nilai kebermanfaatannya bagi masyarakat.

Selain itu, FSB mendorong pengembangan kerja sama yang terarah dan berkelanjutan dengan berbagai lembaga di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Kegiatan Kemuhammadiyahan Multikultural juga diintegrasikan dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Fakultas Sains dan Bisnis tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sarjana yang unggul dalam bidang keilmuannya, tetapi juga lulusan yang mampu menerapkan hasil pembelajaran, memiliki daya saing, serta mengimplementasikan nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Nurdin.

Pengenalan FSB dalam rangkaian OKK menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk memahami lebih jauh lingkungan akademiknya. Tidak hanya mengetahui struktur dan program studi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan arah pengembangan fakultas serta kompetensi yang diharapkan terbentuk selama menjalani pendidikan.

Melalui pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan tidak sekadar berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemahasiswaan, maupun berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.

Dengan memahami visi, misi, dan tujuan fakultas sejak awal, mahasiswa baru diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam membangun lingkungan akademik yang unggul, profesional, inovatif, religius, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Pada akhirnya, perjalanan pendidikan di Fakultas Sains dan Bisnis diharapkan mampu melahirkan sarjana yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki daya saing, semangat kewirausahaan dan inovasi, serta mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

Tags

#Fakultas Sains dan Bisnis UNIMOF#FSB UNIMOF#OKK UNIMOF 2026#Universitas Muhammadiyah Maumere#mahasiswa baru UNIMOF#Administrasi Kesehatan#Informatika#Bisnis Digital#Outcome Based Education