
Upaya meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik sekaligus melestarikan budaya daerah terus dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Ceria Sikka: Penguatan Literasi Numerasi Melalui Buku Cerita Anak Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Sikka”, dosen dan mahasiswa turun langsung ke SDIT Rabani Maumere untuk memperkenalkan media pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan matematika, bahasa daerah, dan budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, pukul 09.00–11.00 WITA tersebut melibatkan dosen, mahasiswa, guru, dan peserta didik SDIT Rabani dengan total 30 peserta. Program ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Sikka.
Mengusung tema “Cerita Sikka: Penguatan Literasi Numerasi Melalui Buku Cerita Anak Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Sikka”, kegiatan ini bertujuan menguji kelayakan buku cerita yang telah dikembangkan sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Ketua tim pelaksana, Agnesia Bergita Amoneisa, M.Pd., menjelaskan bahwa buku cerita yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran numerasi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.
“Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Sikka, peserta didik tidak hanya belajar berhitung dan memahami konsep numerasi, tetapi juga mengenal kembali bahasa, nilai, dan budaya daerahnya,” jelasnya.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan penandatanganan buku tamu. Selanjutnya, tim pengabdian melaksanakan sesi pertama berupa sosialisasi dan validasi media pembelajaran bersama para guru SDIT Rabani. Pada sesi ini, tim mempresentasikan konsep pengembangan buku, tujuan pembelajaran, serta muatan budaya yang diintegrasikan ke dalam cerita.

Guru-guru yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan kritik, masukan, dan saran terhadap isi maupun tampilan buku agar semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah dasar. Proses validasi ditutup dengan pengisian angket sebagai bagian dari evaluasi kelayakan media.
Kegiatan kemudian berlanjut ke sesi kedua yang melibatkan 16 peserta didik kelas I SDIT Rabani. Para siswa dibagi ke dalam tiga kelompok untuk mengikuti kegiatan membaca bersama menggunakan tiga buku cerita yang berbeda.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF mengambil peran penting sebagai fasilitator pembelajaran. Mereka mendampingi peserta didik selama proses membaca cerita, membantu memahami isi cerita, serta menghubungkan alur cerita dengan konsep-konsep numerasi sederhana yang terdapat di dalamnya.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Siti Khadijah Abdul Khadir, Benedikta Sonia Tani Mali, Alsanat Herlina Dahimong, Yanista Dua Martha, dan Titus Tota. Kehadiran mereka memberikan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik.
Sementara itu, tim dosen yang terlibat dalam pengembangan dan pelaksanaan kegiatan terdiri atas Agnesia Bergita Amoneisa, M.Pd., Wahyuningsih, S.Si., M.Pd., Dian Nan Brylliant, M.Mat., Wilfrida M.M.D.S. Seko, M.Pd., Magdalen Dhema, M.Pd., serta Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd.
Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar tampak hidup dan penuh antusiasme. Peserta didik terlihat aktif mendengarkan cerita, membaca bersama, serta menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa pendamping. Metode pembelajaran melalui cerita terbukti mampu menarik perhatian siswa dan membuat mereka lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Kepala SDIT Rabani, Yanto, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh tim Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF. Menurutnya, buku cerita berbasis kearifan lokal memiliki nilai yang sangat penting dalam dunia pendidikan saat ini.
“Buku ini bukan hanya menjadi buku bacaan yang mampu meningkatkan literasi numerasi peserta didik, tetapi menjadi identitas atau simbol budaya, karena banyak peserta didik dan guru yang masih asing dan kesulitan dengan bahasa daerah Sikka,” ungkapnya.
Menurut Yanto, penggunaan cerita lokal sebagai media pembelajaran dapat menjadi solusi untuk memperkenalkan kembali bahasa dan budaya daerah kepada generasi muda yang semakin akrab dengan budaya digital dan global.

Lebih dari sekadar media pembelajaran, buku Ceria Sikka diharapkan menjadi jembatan antara pendidikan modern dan pelestarian budaya lokal. Melalui tokoh, cerita, dan konteks kehidupan masyarakat Sikka yang dituangkan dalam buku, peserta didik diajak untuk memahami bahwa matematika tidak berdiri sendiri, melainkan hadir dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menunjukkan komitmen UNIMOF dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sikka melalui inovasi yang berbasis pada kebutuhan masyarakat lokal. Sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dosen, mahasiswa, dan peserta didik menjadi modal penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan.

Ke depan, tim pengabdian berharap pengembangan buku cerita berbasis kearifan lokal ini dapat terus dilakukan dan diperluas ke berbagai sekolah di Flores. Selain menjadi media penguatan literasi numerasi, buku tersebut diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam mendokumentasikan dan melestarikan cerita rakyat, bahasa daerah, serta nilai-nilai budaya masyarakat Flores, khususnya Kabupaten Sikka.
Melalui semangat “Membaca Cerita, Mengenal Budaya, Menguatkan Numerasi”, Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat tumbuh dari akar budaya lokal. Dengan demikian, lahirlah generasi yang tidak hanya cakap dalam berhitung, tetapi juga bangga terhadap identitas dan warisan budayanya sendiri.

Literasi Numerasi Kuat, Generasi Sikka Hebat!

