
Sebanyak 126 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 2025/2026 pada Rabu (22/7/2026). Prosesi pelepasan yang berlangsung di halaman Kampus Universitas Muhammadiyah Maumere tersebut dipimpin langsung oleh Deputi Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Drs. Daniel Fernandez, M.Si., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan (DPL), ketua panitia, dan seluruh peserta KKN.
Penerjunan mahasiswa menjadi penanda dimulainya pengabdian selama lebih dari satu bulan di sejumlah desa yang berada di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende. Para mahasiswa akan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi dan kebutuhan di setiap desa.
Dalam sambutannya, Deputi Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Drs. Daniel Fernandez, M.Si., menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan kompetensi akademik sekaligus mengembangkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa yang diterjunkan bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Maumere sebagai duta perguruan tinggi yang harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Mulai hari ini saudara-saudara bukan hanya berstatus sebagai mahasiswa, tetapi juga menjadi representasi Universitas Muhammadiyah Maumere di tengah masyarakat. Jagalah nama baik almamater, bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta laksanakan setiap program kerja dengan penuh tanggung jawab," pesannya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta selalu menjunjung tinggi nilai-nilai etika, kedisiplinan, gotong royong, dan semangat kolaborasi selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak positif yang mampu dirasakan oleh masyarakat.
Deputi Rektor berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing, sekaligus belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja maupun pengabdian di masa depan.
Sebelum diterjunkan ke lokasi KKN, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan selama dua hari, yaitu pada 20–21 Juli 2026, di Aula Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Maumere. Pembekalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman mengenai kebijakan pelaksanaan KKN, teknik observasi dan pemetaan potensi desa, penyusunan program kerja, pembangunan desa melalui pendidikan dan literasi, peningkatan kesehatan masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta pemberdayaan ekonomi desa melalui pengembangan UMKM.
Ketua Panitia KKN, Abdullah Muis Kasim, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap seluruh mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan melalui pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan.
"KKN menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa. Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan program kerja dengan baik, membangun kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat, serta meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat setelah program KKN berakhir," ujarnya.
Pada pelaksanaan KKN tahun ini, sebanyak 126 mahasiswa yang berasal dari dua fakultas dan sebelas program studi dibagi ke dalam 10 kelompok. Masing-masing kelompok didampingi oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 10 desa yang tersebar di dua kabupaten. Di Kabupaten Sikka, lokasi KKN berada di Desa Riit dan Desa Nirankliung, Kecamatan Nita. Sementara di Kabupaten Ende, mahasiswa ditempatkan di Desa Rangalaka, Desa Nuanaga, Desa Loboniki, Desa Kota Baru, Desa Aewora Dusun A, Desa Aewora Dusun B, Desa Bogasape Timur, dan Desa Bogasape, yang berada di Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Maurole.
Selama pelaksanaan KKN yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kesehatan, pencegahan stunting, penguatan literasi, serta penerapan teknologi tepat guna sesuai dengan karakteristik masing-masing desa.
Melalui penerjunan ini, Universitas Muhammadiyah Maumere kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan, kehadiran mahasiswa KKN mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait

UNIMOF Tanamkan Integritas Akademik, Maba Diajak Cerdas Memanfaatkan Teknologi AI

Maba UNIMOF Praktik Menelusuri Referensi, Asah Kemampuan Menemukan Sumber Ilmiah Sesuai Bidang Studi

