Dosen UNIMOF Kembangkan Mini-Farm Otomatis di Pondok Pesantren Al Fatah Nangahure
Kegiatan

Dosen UNIMOF Kembangkan Mini-Farm Otomatis di Pondok Pesantren Al Fatah Nangahure

18/08/2026
Admin UNIMOF
5 menit baca
Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan P

Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dosen. Salah satu bentuk pengabdian tersebut diwujudkan melalui pengembangan mini-farm otomatis di Pondok Pesantren Al Fatah Nangahure, Kabupaten Sikka, sebagai upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan keterampilan santri di bidang pertanian dan peternakan.

Kegiatan yang berlangsung pada 1–17 Agustus tersebut merupakan bagian dari program hibah Pengabdian kepada Masyarakat dosen UNIMOF. Program ini diketuai oleh Zakaria Al Farizi, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Fisika, dengan melibatkan Jayadin, S.Pd., M.T., serta Agustina Kiden Lewar, M.Pd. Tim pengabdian juga melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika, yakni Dedi Suwandi Wahab dan Isma Alif.

Pondok Pesantren Al Fatah Nangahure menjadi mitra kegiatan dengan melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri atas santri serta ustaz dan ustazah. Pengembangan mini-farm diarahkan pada dua sektor utama, yakni peternakan ayam dan perkebunan yang didukung dengan penerapan sistem otomatis.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh dua kebutuhan utama. Pertama, pentingnya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren agar santri tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, mendorong kemampuan pesantren dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri melalui pemanfaatan lahan dan teknologi sederhana yang tepat guna.

Tahap awal kegiatan dilakukan melalui pembangunan mini-farm yang dimulai pada 1 Agustus. Tim dosen bersama mahasiswa dan pihak pesantren terlibat langsung dalam proses pengembangan fasilitas, termasuk pembangunan kandang ayam dan penyiapan area perkebunan. Keterlibatan mitra sejak tahap pembangunan menjadi bagian penting dari pendekatan pengabdian agar pengetahuan dan keterampilan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh pihak pesantren.

Setelah pembangunan mini-farm, kegiatan dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat pemahaman santri dan pengelola pesantren mengenai pengelolaan mini-farm otomatis. FGD tersebut membahas tiga pokok materi utama, yaitu pengelolaan sistem otomatis, pengelolaan alas kandang yang baik, serta pengolahan dan pengelolaan lahan perkebunan secara tepat.

Ketiga materi tersebut disampaikan oleh anggota tim sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Pendekatan ini memungkinkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penerapan sains dan teknologi dalam pengelolaan peternakan serta pertanian.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta kemudian mengikuti pelatihan secara langsung atau praktik lapangan. Santri, ustaz, dan ustazah diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proses pengelolaan mini-farm sehingga dapat memahami secara lebih konkret prinsip kerja sistem yang dikembangkan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Santri maupun para ustaz dan ustazah tidak hanya mengikuti materi, tetapi turut berkontribusi dalam proses pembangunan fasilitas dan praktik pengelolaan mini-farm. Kolaborasi antara tim dosen, mahasiswa, dan pihak pesantren menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan program tersebut.

Ketua tim PKM, Zakaria Al Farizi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya dosen UNIMOF untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi langkah kami dalam mengabdikan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari di kampus. Sains adalah pembuka jalan kemajuan, baik di sektor pertanian maupun peternakan. Dengan mengolaborasikan ilmu pengetahuan, kita dapat menciptakan efisiensi besar dalam pemenuhan kebutuhan kehidupan,” ujar Zakaria.

Menurutnya, pengembangan mini-farm otomatis tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana fisik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi santri untuk mengenal penerapan sains dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, pesantren diharapkan dapat menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya membentuk karakter dan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan produktif.

Pengembangan mini-farm juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Pondok Pesantren Al Fatah Nangahure dalam membangun sistem pangan yang lebih mandiri. Pemanfaatan lahan untuk perkebunan serta pengembangan peternakan ayam dapat diarahkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan internal pesantren sekaligus menjadi media pembelajaran kewirausahaan dan keterampilan bagi para santri.

Bagi UNIMOF, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang aplikatif dan memberikan dampak bagi masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, tim pengabdian berharap inovasi serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada berbagai lingkungan masyarakat lainnya. Pendampingan yang berkelanjutan juga diharapkan mampu memperkuat kebermanfaatan mini-farm sehingga tidak hanya menjadi fasilitas pengabdian, tetapi berkembang menjadi model pembelajaran, produksi pangan, dan pengembangan keterampilan santri.

Melalui program tersebut, UNIMOF berharap kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat dapat semakin luas. Pengembangan mini-farm otomatis di Pondok Pesantren Al Fatah Nangahure menjadi salah satu langkah kecil untuk mempertemukan sains, teknologi, pendidikan, dan kemandirian pangan dalam satu gerakan pengabdian yang berkelanjutan.

Tag

#UNIMOF#Universitas Muhammadiyah Maumere#PKM Dosen UNIMOF#Pengabdian kepada Masyarakat#mini-farm otomatis#Pondok Pesantren Al Fatah Nangahure#kemandirian pangan#pertanian otomatis#peternakan ayam#santri#Sikka#Maumere