
Rangkaian kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) Tahun 2026 berlanjut dengan kegiatan Praktik Berburu Referensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) pukul 09.45–10.45 WITA bertempat di Hall DZA Universitas Muhammadiyah Maumere.
Kegiatan yang dipandu oleh Jayadin, S.Pd., M.T., selaku Staf Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNIMOF, menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa baru dengan kemampuan dasar dalam mencari, memilih, dan menggunakan sumber ilmiah secara tepat sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Praktik Berburu Referensi merupakan tindak lanjut dari materi Literasi Akademik: Strategi Mencari Sumber Kredibel dan Menulis Karya Ilmiah yang sebelumnya diberikan kepada mahasiswa baru. Jika pada sesi sebelumnya mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar pencarian referensi dan pentingnya menggunakan sumber yang kredibel, maka pada sesi praktik ini mahasiswa diajak untuk menerapkan langsung kemampuan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan tugas untuk menemukan 3–5 referensi ilmiah yang kredibel sesuai dengan bidang studi atau program studi masing-masing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori mengenai referensi akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan penelusuran sumber yang dapat mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Jayadin menjelaskan bahwa kemampuan mencari referensi merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa sejak awal masa perkuliahan. Menurutnya, mahasiswa perlu membiasakan diri menggunakan sumber yang sesuai dan terpercaya agar setiap tugas maupun karya ilmiah memiliki dasar akademik yang kuat.
“Jangan hanya mengetahui cara mencari referensi, tetapi praktikkan langsung. Cari sumber yang sesuai dengan bidang kalian dan biasakan menggunakan referensi yang kredibel dalam setiap kegiatan akademik,” pesan Jayadin kepada mahasiswa peserta OKK.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika mahasiswa diarahkan untuk membentuk kelompok-kelompok kecil. Kelompok tersebut terdiri atas mahasiswa dari berbagai program studi yang berbeda. Meskipun bekerja dalam kelompok, setiap mahasiswa tetap diarahkan untuk mencari referensi yang relevan dengan bidang keilmuan masing-masing.
Melalui diskusi kelompok tersebut, mahasiswa mulai melakukan pencarian sumber, membandingkan referensi yang ditemukan, serta berbagi pengalaman mengenai cara memperoleh informasi akademik. Keberagaman latar belakang program studi dalam kelompok juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa setiap bidang ilmu memiliki kebutuhan referensi yang berbeda.
Kegiatan ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa bahwa proses mencari referensi tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Mahasiswa perlu memahami topik yang sedang dikaji, menentukan sumber yang relevan, serta memastikan bahwa informasi yang digunakan berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain meningkatkan kemampuan literasi akademik, Praktik Berburu Referensi juga menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mulai membangun budaya akademik sejak awal perkuliahan. Kemampuan menelusuri sumber ilmiah akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa menghadapi berbagai tugas akademik, penelitian, penyusunan karya ilmiah, hingga penyelesaian tugas akhir.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dalam mencari dan memilih informasi secara kritis. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu memahami kualitas sumber yang digunakan dalam mendukung kegiatan akademiknya.
Kegiatan Praktik Berburu Referensi memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya melatih mahasiswa mencari sumber ilmiah sesuai bidang keilmuan, membiasakan penggunaan referensi kredibel, meningkatkan kemampuan penelusuran informasi akademik, serta menghubungkan pemahaman literasi akademik dengan praktik nyata.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun kemampuan mahasiswa dalam berdiskusi dan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi. Melalui proses kolaborasi tersebut, mahasiswa dapat memperluas wawasan sekaligus memahami pentingnya kerja sama dalam lingkungan akademik.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, UNIMOF berharap mahasiswa baru tidak lagi merasa kesulitan ketika harus mencari sumber pendukung dalam proses perkuliahan. Pengalaman praktik sejak awal masa studi diharapkan mampu membentuk kebiasaan mahasiswa untuk mencari, memilih, dan menggunakan referensi secara tepat, kritis, serta bertanggung jawab.
Kemampuan literasi akademik menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi. Oleh karena itu, kegiatan Praktik Berburu Referensi menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru UNIMOF untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik dan mengembangkan budaya ilmiah selama menjalani masa studi.


