Mahasiswa UNIMOF Bersama Peserta KKN Tematik Gentaskin Batch II Edukasi Masyarakat Desa Riangrita Cegah Stunting dan Kemiskinan Melalui Literasi Keluarga
Kegiatan

Mahasiswa UNIMOF Bersama Peserta KKN Tematik Gentaskin Batch II Edukasi Masyarakat Desa Riangrita Cegah Stunting dan Kemiskinan Melalui Literasi Keluarga

04/08/2026
Admin UNIMOF
5 menit baca
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gentaskin Batch II Tahun 2026, bersama mahas

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gentaskin Batch II Tahun 2026, bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kegiatan edukatif. Bekerja sama dengan Pemerintah Desa Riangrita, mereka menyelenggarakan penyuluhan bertajuk "Cegah Kemiskinan dan Stunting melalui Literasi dan Pendidikan Keluarga" di Kantor Desa Riangrita, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–12.15 WITA tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri atas ibu hamil, pasangan usia muda (pasutri dini), keluarga yang memiliki bayi dan balita, Ketua RT, tenaga kesehatan (nakes), Orang Muda Katolik (OMK), serta unsur masyarakat lainnya. Penyuluhan ini menjadi bagian dari implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program KKN Tematik Gentaskin Batch II yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup keluarga dan pencegahan stunting.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan, doa bersama, serta sambutan dari Pemerintah Desa Riangrita dan perwakilan Mahasiswa KKN Tematik Gentaskin Batch II. Dalam sambutannya, kedua belah pihak menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Memasuki sesi inti, delapan mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN Tematik Gentaskin Batch II secara bergantian menyampaikan materi penyuluhan mengenai strategi pencegahan stunting dan kemiskinan melalui penguatan literasi serta pendidikan keluarga. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pola asuh anak yang tepat, peran pendidikan dalam keluarga, pengembangan budaya literasi sejak usia dini, hingga pentingnya kolaborasi seluruh anggota keluarga dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas kesehatan, perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia pada masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta penerapan pola hidup sehat dalam keluarga.

Selain aspek kesehatan, penyuluhan juga menyoroti pentingnya literasi keluarga sebagai fondasi dalam memutus rantai kemiskinan. Keluarga yang memiliki budaya belajar dan literasi yang baik dinilai lebih mampu mengambil keputusan yang tepat dalam bidang kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi sarana meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang mandiri, produktif, dan sejahtera.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pemenuhan gizi ibu hamil, pola makan balita, pola pengasuhan anak, hingga cara membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga. Tim pemateri memberikan penjelasan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tim Mahasiswa KKN Tematik Gentaskin Batch II menyampaikan bahwa upaya pencegahan stunting dan kemiskinan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

"Pencegahan stunting dan kemiskinan memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui literasi dan pendidikan keluarga, setiap keluarga dapat membangun lingkungan yang sehat, mendukung tumbuh kembang anak, serta meningkatkan kualitas hidup menuju keluarga yang lebih sejahtera," ungkap Tim Mahasiswa KKN Tematik Gentaskin Batch II selaku tim pemateri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNIMOF bersama peserta KKN Tematik Gentaskin Batch II tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya keluarga sebagai garda terdepan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat dan produktif.

Program penyuluhan ini juga menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui transfer pengetahuan, pendampingan, serta penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh edukasi mengenai pentingnya pencegahan stunting dan kemiskinan melalui literasi serta pendidikan keluarga. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, diharapkan terwujud keluarga yang sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Tag

#UNIMOF#Universitas Muhammadiyah Maumere#KKN Tematik Gentaskin Batch II#KKN UNIMOF 2026#Desa Riangrita#Flores Timur#stunting#pencegahan stunting#kemiskinan#literasi keluarga#pendidikan keluarga#pengabdian kepada masyarakat#mahasiswa UNIMOF#Tri Dharma Perguruan Tinggi#kesehatan masyarakat