Mahasiswa UNIMOF Bersama Peserta KKNT GENTASKIN Batch II Hadirkan Pohon Literasi untuk Dukung Budaya Literasi Anak Usia Dini di Flores Timur
Kegiatan

Mahasiswa UNIMOF Bersama Peserta KKNT GENTASKIN Batch II Hadirkan Pohon Literasi untuk Dukung Budaya Literasi Anak Usia Dini di Flores Timur

22/07/2026
Admin UNIMOF
5 menit baca
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik GENTASKIN (KKNT GENTASKIN) Batch II Tahun 2026 mel

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik GENTASKIN (KKNT GENTASKIN) Batch II Tahun 2026 melaksanakan kegiatan Pembuatan Pohon Literasi sebagai Media Pembelajaran Kreatif bagi Anak Usia Dini di TKK Pohon Bao, Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan budaya literasi sejak usia dini melalui media pembelajaran yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari KKNT GENTASKIN Batch II Tahun 2026, sebuah program kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV. Khusus di Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka, mahasiswa peserta KKNT GENTASKIN berasal dari delapan perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Lela, Universitas Flores, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Universitas Nusa Nipa, Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, serta Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut menjadi wujud sinergi dalam menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi daerah penempatan.

Kegiatan mengusung tema "Menumbuhkan Budaya Literasi Sejak Usia Dini Melalui Media Pembelajaran Kreatif" dan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas 18 mahasiswa KKNT GENTASKIN Batch II serta 22 peserta didik TKK Pohon Bao. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu menumbuhkan minat belajar anak sejak usia dini sekaligus mendukung guru dalam menyediakan media pembelajaran yang menarik dan mudah digunakan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan berupa salam, doa bersama, serta perkenalan mahasiswa peserta KKNT GENTASKIN yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Flores. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan kepada para guru dan peserta didik. Suasana yang hangat dan penuh keakraban sejak awal kegiatan menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan dengan anak-anak sehingga mereka merasa nyaman mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran.

Setelah sesi pembukaan, mahasiswa mengajak peserta didik mengikuti berbagai permainan (ice breaking) edukatif yang dirancang untuk melatih konsentrasi, keberanian, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan teman maupun pendamping. Pendekatan ini dipilih karena pembelajaran pada anak usia dini tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menitikberatkan pada pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.

Memasuki kegiatan inti, mahasiswa bersama peserta didik membuat Pohon Literasi sebagai media pembelajaran kreatif. Anak-anak diajak memberikan cap telapak tangan pada gambar pohon yang telah disiapkan, kemudian bersama-sama melengkapi pohon tersebut dengan huruf-huruf alfabet. Kegiatan yang berlangsung secara partisipatif ini tidak hanya memperkenalkan huruf kepada anak-anak, tetapi juga melatih kreativitas, kemampuan motorik halus, serta membangun rasa memiliki terhadap media pembelajaran yang mereka hasilkan bersama.

Pohon Literasi dirancang sebagai media belajar yang sederhana, menarik, dan mudah digunakan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui media tersebut, peserta didik dapat belajar mengenal huruf alfabet dengan cara yang lebih menyenangkan sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat belajar sekaligus membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya penguatan budaya literasi sebagai fondasi pendidikan. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai dasar dalam mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, berimajinasi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, inovasi media pembelajaran menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif dalam menciptakan proses belajar yang lebih menarik dan bermakna.

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari permainan edukatif hingga proses menghias Pohon Literasi. Guru-guru TKK Pohon Bao turut mendampingi sekaligus memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai alat bantu belajar di kelas.

Salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere yang tergabung dalam KKNT GENTASKIN Batch II, Nelci Alfantina, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.

"Literasi merupakan fondasi utama dalam proses pendidikan. Melalui Pohon Literasi, kami ingin menunjukkan bahwa belajar mengenal huruf tidak harus dilakukan secara konvensional, tetapi dapat dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan anak secara langsung. Kami berharap media ini tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKNT, melainkan terus dimanfaatkan oleh guru sebagai bagian dari proses pembelajaran sehingga mampu menumbuhkan kebiasaan belajar dan rasa ingin tahu peserta didik sejak usia dini," ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa menyerahkan Pohon Literasi kepada pihak TKK Pohon Bao sebagai bentuk kontribusi nyata bagi sekolah. Penyerahan media pembelajaran tersebut diharapkan menjadi awal dari pemanfaatan media belajar yang lebih kreatif dan inovatif dalam mendukung proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan antara mahasiswa, guru, dan peserta didik.

Partisipasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maumere dalam program KKNT GENTASKIN Batch II mencerminkan komitmen UNIMOF dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah XV, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di tengah masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi nyata yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.

Ke depan, penguatan budaya literasi pada satuan pendidikan anak usia dini diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Kehadiran media pembelajaran seperti Pohon Literasi diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan, sekaligus menumbuhkan generasi yang memiliki kemampuan literasi, daya pikir kritis, serta semangat belajar sepanjang hayat sejak usia dini.

Tag

#UNIMOF#Universitas Muhammadiyah Maumere#KKNT GENTASKIN Batch II#KKNT GENTASKIN 2026#Pohon Literasi#Literasi Anak Usia Dini#TKK Pohon Bao#Larantuka#Flores Timur#LLDIKTI Wilayah XV#Pengabdian Masyarakat#Mahasiswa UNIMOF#Pendidikan Anak Usia Dini#Media Pembelajaran Kreatif#Tri Dharma Perguruan Tinggi