
Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) Tahun 2026 mendapatkan pembekalan mengenai riset, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam rangkaian Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Tahun 2026, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.15–12.00 WITA di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maumere tersebut menghadirkan Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UNIMOF, Gisela Nuwa, S.Fil., M.Th., sebagai narasumber. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan mahasiswa baru pada kehidupan akademik yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga penelitian, kreativitas, serta kontribusi kepada masyarakat.
Dalam pemaparannya, Gisela menjelaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, sejak awal memasuki perguruan tinggi, mahasiswa perlu membangun kemampuan berpikir kritis, memiliki rasa ingin tahu, mampu membaca persoalan, serta menggunakan ilmu pengetahuan untuk menemukan solusi.
Riset Dimulai dari Persoalan di Sekitar
Mahasiswa baru diperkenalkan dengan riset sebagai kegiatan ilmiah yang dilakukan secara sistematis untuk memahami fenomena, menguji gagasan, dan menghasilkan pengetahuan atau solusi berdasarkan data dan bukti.
Gisela memberikan sejumlah contoh persoalan sederhana yang dapat menjadi awal penelitian, seperti kesulitan mahasiswa beradaptasi, rendahnya minat baca, hingga upaya mempertahankan pangan lokal. Melalui contoh tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa penelitian tidak selalu harus dimulai dari persoalan besar. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber pertanyaan sekaligus ruang untuk menemukan persoalan yang perlu dikaji secara ilmiah.
Kemampuan melakukan riset, menurut materi yang disampaikan, juga menjadi bagian penting dalam melatih mahasiswa berpikir kritis dan logis, memecahkan masalah, serta mempersiapkan diri menghadapi tugas akhir, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi.
Mahasiswa juga ditekankan untuk memiliki integritas akademik. Seorang peneliti harus berani bertanya, mencari data, memeriksa fakta, melakukan analisis, serta menerima hasil penelitian apa adanya. Data tidak boleh dipaksakan agar sesuai dengan keinginan atau kesimpulan yang telah ditentukan sebelumnya.
Mengenal Roadmap Penelitian UNIMOF
Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan Roadmap Penelitian UNIMOF 2023–2028 sebagai salah satu arah pengembangan penelitian di lingkungan universitas.
Bidang penelitian unggulan yang diperkenalkan meliputi kemaritiman; pangan, nutrisi, dan penanggulangan stunting; pendidikan dan kesehatan; rekayasa, energi, STEM, dan transportasi; serta keanekaragaman hayati, lingkungan, pariwisata berkelanjutan, dan sosial humaniora.
Pengenalan roadmap tersebut diharapkan memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa penelitian di perguruan tinggi memiliki arah dan fokus yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, mulai dari tingkat universitas, fakultas, program studi, hingga dosen dan mahasiswa.
KKN sebagai Ruang Belajar Bersama Masyarakat
Selain riset, mahasiswa baru mendapatkan pengenalan mengenai Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN dipaparkan sebagai pengalaman akademik yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan bekerja bersama masyarakat dalam mengidentifikasi serta membantu menyelesaikan persoalan nyata.
Dalam materi UNIMOF, KKN memiliki bobot 6 SKS dengan pelaksanaan pada semester 7 sebagaimana disampaikan dalam pembekalan, meskipun tercantum pada semester 8 dalam struktur yang diperkenalkan.
Mahasiswa ditekankan bahwa KKN bukan sekadar tinggal di desa, menjalankan kegiatan seremonial, atau membagikan bantuan. KKN diarahkan sebagai proses belajar bersama masyarakat, menerapkan ilmu pengetahuan, mengidentifikasi masalah, menyusun program, dan melakukan pemberdayaan.
Dengan demikian, masyarakat ditempatkan sebagai mitra dalam proses pembelajaran dan pemecahan masalah, bukan semata-mata sebagai penerima program.
PKM Menjadi Ruang Kreativitas dan Inovasi
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai ruang untuk mengembangkan ide, kreativitas, penelitian, kewirausahaan, teknologi, hingga gagasan yang memberikan solusi bagi masyarakat.
Sejumlah bidang PKM diperkenalkan, antara lain riset, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, riset sosial humaniora, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, karsa cipta, karya inovatif, gagasan futuristik, video gagasan konstruktif, serta artikel ilmiah.
Mahasiswa diingatkan bahwa nomenklatur dan ketentuan PKM dapat mengikuti panduan resmi yang berlaku. Karena itu, mahasiswa perlu mengacu pada pedoman terbaru ketika nantinya mengikuti program tersebut.
Membangun Mahasiswa yang Berdampak
Pembekalan juga mengangkat peran mahasiswa sebagai Agent of Change, Agent of Knowledge, Social Control, dan Moral Force. Peran tersebut menggambarkan mahasiswa bukan hanya sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai bagian dari kelompok intelektual yang memiliki ruang untuk memberikan kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dalam melaksanakan riset, KKN, maupun pengabdian, mahasiswa juga diingatkan untuk memperhatikan etika, antara lain menghormati masyarakat dan budaya lokal, meminta izin, menjaga data, tidak memanipulasi hasil penelitian, serta tidak memberikan janji yang tidak dapat dipenuhi.
Untuk mendukung peran tersebut, mahasiswa didorong mengembangkan lima kemampuan atau 5K, yakni kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan kompeten. Kemampuan tersebut perlu diperkuat dengan literasi digital, termasuk kemampuan mencari sumber ilmiah, memeriksa informasi, menangkal hoaks, dan mengolah data.
“Belajarlah dari masyarakat, telitilah persoalannya, gunakan ilmumu, dan hadirkan solusi yang bermanfaat,” ujar Gisela Nuwa dalam pembekalan tersebut.
Melalui materi ini, mahasiswa baru UNIMOF diarahkan mulai melihat persoalan di lingkungan sekitar dengan pertanyaan sederhana: masalah apa yang terjadi, apa penyebabnya, potensi apa yang dimiliki masyarakat, ilmu apa yang dapat digunakan, serta program apa yang dapat dikembangkan.
Pembekalan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa perjalanan akademik di UNIMOF tidak hanya berkaitan dengan nilai dan kelulusan. Riset mengajarkan mahasiswa untuk bertanya dan mencari pengetahuan berdasarkan data, KKN mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat, sedangkan pengabdian mendorong penerapan ilmu untuk pemberdayaan.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa baru UNIMOF Tahun 2026 diharapkan mampu tumbuh sebagai insan akademik yang memiliki kompetensi, kreativitas, kepedulian sosial, dan keberanian menghadirkan gagasan serta solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


