
Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) Tahun 2026 mendapatkan pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dalam rangkaian kegiatan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) pada Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WITA di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maumere tersebut menghadirkan Aloysius Cahyadi Berchmans, S.IP., Analis Kebijakan Ideologi dan Wawasan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sikka, sebagai narasumber.
Pembekalan tersebut mengangkat materi “Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara: Nilai Pancasila, Cinta Tanah Air, dan Bela Negara bagi Mahasiswa.” Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru, sekaligus memberikan pemahaman mengenai peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dan generasi muda Indonesia.
Dalam penyampaiannya, Aloysius menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai Indonesia sebagai sebuah negara. Wawasan kebangsaan juga tercermin melalui sikap, perilaku, tanggung jawab, serta kemampuan setiap individu dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Mahasiswa baru diajak memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi bukan hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat membangun karakter, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta belajar hidup bersama dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.
Pancasila Tidak Sekadar Dihafalkan
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan tersebut adalah penguatan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya mengenal Pancasila sebagai lima sila yang harus dihafalkan, tetapi juga memahami bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai Ketuhanan, misalnya, dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati kehidupan beragama. Nilai kemanusiaan tercermin dalam penghormatan terhadap martabat dan hak sesama. Sementara nilai persatuan dapat diterapkan dengan menjaga kebersamaan meskipun terdapat perbedaan suku, agama, budaya, daerah asal, maupun latar belakang sosial.
Nilai kerakyatan juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan menghargai pendapat, mengutamakan musyawarah, serta bertanggung jawab dalam mengambil keputusan. Adapun nilai keadilan sosial dapat diterapkan melalui sikap adil, peduli, dan tidak membeda-bedakan orang lain.
Di lingkungan kampus, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui hubungan antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, maupun masyarakat.

Cinta Tanah Air Dimulai dari Hal Sederhana
Selain Pancasila, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai makna cinta tanah air. Cinta tanah air tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Dalam kehidupan mahasiswa, kecintaan terhadap bangsa dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Belajar dengan sungguh-sungguh, menaati aturan, menjaga lingkungan, merawat fasilitas kampus, menghargai keberagaman, menjaga integritas akademik, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat merupakan bagian dari sikap yang dapat dilakukan mahasiswa sesuai dengan kapasitasnya.
Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri melalui pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya diharapkan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan pembangunan bangsa.
Dalam konteks UNIMOF, mahasiswa memiliki ruang untuk mengenal berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan daerah. Pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat dikembangkan menjadi kontribusi nyata melalui penelitian, organisasi, kegiatan sosial, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Bela Negara dalam Peran Mahasiswa
Pembahasan juga diarahkan pada pemahaman mengenai bela negara. Bela negara tidak semata-mata dipahami sebagai kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan secara fisik. Bagi mahasiswa, bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas positif sesuai peran dan kapasitasnya.
“Bela negara bagi mahasiswa dapat dimulai dari hal-hal sederhana, yaitu belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati aturan, membangun kompetensi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Aloysius Cahyadi Berchmans, S.IP.
Menurut materi yang disampaikan, mahasiswa dapat mengambil bagian dalam upaya memberikan kontribusi bagi bangsa melalui prestasi akademik maupun nonakademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan organisasi, aktivitas sosial, serta berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
Dengan demikian, ruang pengabdian mahasiswa tidak harus menunggu setelah menyelesaikan pendidikan. Kontribusi tersebut dapat dimulai sejak mahasiswa berada di lingkungan kampus.
Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman
Keberagaman juga menjadi salah satu aspek penting dalam pembekalan. Indonesia memiliki keragaman suku, agama, budaya, bahasa, serta latar belakang sosial. Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan untuk hidup berdampingan dengan perbedaan.
Kampus menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk belajar membangun kehidupan yang saling menghargai. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang diharapkan dapat membentuk sikap terbuka, toleran, serta mengutamakan kepentingan bersama.
Mahasiswa baru juga diingatkan agar menggunakan pengetahuan dan teknologi secara bijak, termasuk dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kemampuan menyaring informasi menjadi penting agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat mengganggu persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Membentuk Mahasiswa yang Berkompeten dan Berkarakter
Pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dalam rangkaian OKK UNIMOF Tahun 2026 diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai Pancasila, cinta tanah air, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Mahasiswa baru diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan akademik, organisasi, maupun kehidupan sosial. Pemahaman tersebut juga diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti meningkatkan kompetensi, menjaga integritas akademik, berprestasi, aktif dalam kegiatan sosial, melakukan penelitian, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru UNIMOF tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan akademik di perguruan tinggi, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kesadaran kebangsaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab sebagai generasi muda yang hidup di tengah keberagaman Indonesia.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, membangun persaudaraan, sekaligus mempersiapkan diri agar dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.


