UNIMOF Bekali 126 Mahasiswa KKN, Rektor Tekankan Pengabdian yang Berdampak bagi Kemajuan Desa
Kegiatan

UNIMOF Bekali 126 Mahasiswa KKN, Rektor Tekankan Pengabdian yang Berdampak bagi Kemajuan Desa

22/07/2026
Admin UNIMOF
5 menit baca
Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 2025/2026 sebagai langkah awal mempersiapkan mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menggelar Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 2025/2026 sebagai langkah awal mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Juli 2026, di Aula Ahmad Dahlan UNIMOF tersebut diikuti oleh 126 mahasiswa dari dua fakultas dan sebelas program studi yang akan diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende.

Mengusung tema "Bersama Mewujudkan KKN Berdampak bagi Kemajuan Desa", pembekalan bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan, pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mental agar mampu melaksanakan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Kegiatan pembekalan dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum., Deputi Rektor Drs. Daniel Fernandez, M.Si., para wakil rektor, dekan, pimpinan lembaga, ketua program studi, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN.

Dalam laporannya, Ketua Panitia KKN, Abdullah Muis Kasim, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menuturkan bahwa pembekalan menjadi tahapan penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tujuan, mekanisme, etika, serta strategi pelaksanaan KKN di lapangan.

"Melalui pembekalan ini kami ingin memastikan seluruh mahasiswa memiliki kesiapan yang sama, baik dari sisi wawasan, mental, maupun keterampilan. Mahasiswa diharapkan mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan warga, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki secara nyata," ujarnya.

Abdullah Muis Kasim menambahkan bahwa KKN tahun ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja semata, tetapi juga diarahkan untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal serta mencari solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan desa.

Membuka secara resmi kegiatan pembekalan, Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum., menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu media pembelajaran yang paling penting dalam membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Menurut Rektor, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan di ruang kuliah karena mereka akan berhadapan langsung dengan berbagai dinamika kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, KKN harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar untuk mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan memecahkan persoalan secara kolaboratif.

"KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan proses belajar yang sesungguhnya. Di tengah masyarakat, mahasiswa belajar memahami realitas kehidupan, membangun empati, dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menghadirkan solusi yang bermanfaat. Jadikan kesempatan ini sebagai bentuk pengabdian terbaik kepada masyarakat sekaligus proses pembentukan karakter sebagai lulusan Universitas Muhammadiyah Maumere," ungkapnya.

Rektor juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi integritas, disiplin, etika, serta menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat di setiap lokasi KKN.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Drs. Daniel Fernandez, M.Si., memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai wadah untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memperluas pengalaman hidup di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat dan memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

"Mahasiswa harus hadir sebagai mitra masyarakat. Dengarkan aspirasi mereka, pahami potensi desa, kemudian rumuskan program yang benar-benar dibutuhkan. Bangun kerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat sehingga program yang dijalankan dapat memberikan dampak yang nyata," pesannya.

Sebanyak 126 mahasiswa peserta KKN berasal dari dua fakultas dan sebelas program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maumere. Mereka akan dibagi ke dalam 10 kelompok, dengan pendampingan seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada setiap kelompok untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.

Selama dua hari pembekalan, mahasiswa memperoleh berbagai materi yang mendukung pelaksanaan KKN di lapangan. Materi tersebut meliputi kebijakan pelaksanaan dan peran mahasiswa dalam KKN, observasi serta pemetaan potensi desa, penyusunan program kerja berbasis kebutuhan masyarakat, pembangunan desa melalui pendidikan dan literasi, strategi peningkatan kesehatan masyarakat dan percepatan penurunan stunting, hingga inovasi kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM.

Melalui materi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyusun program kerja yang inovatif, terukur, serta sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Maumere tahun ini akan difokuskan pada empat bidang utama, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, peningkatan kesehatan masyarakat melalui edukasi hidup sehat dan pencegahan stunting, serta penerapan teknologi tepat guna yang mendukung produktivitas masyarakat desa.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta memiliki kesiapan yang optimal sebelum diterjunkan ke lokasi KKN. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan semangat kolaborasi yang diperoleh selama pembekalan, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan pengabdian secara profesional, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.

Melalui tema "Bersama Mewujudkan KKN Berdampak bagi Kemajuan Desa", Universitas Muhammadiyah Maumere menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan sebagai solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di tengah masyarakat.

Tag

#UNIMOF#Universitas Muhammadiyah Maumere#KKN UNIMOF 2026#Pembekalan KKN#Kuliah Kerja Nyata#Mahasiswa UNIMOF#Pengabdian kepada Masyarakat#KKN Kabupaten Sikka#KKN Kabupaten Ende#Catur Dharma Perguruan Tinggi#Mahasiswa Berdampak#Kemajuan Desa#Pendidikan Tinggi#UNIMOF Maumere