Dekan FAI Unismuh Makassar Berbagi Gagasan di UNIMOF, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Dakwah Muhammadiyah
Kegiatan

Dekan FAI Unismuh Makassar Berbagi Gagasan di UNIMOF, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Dakwah Muhammadiyah

06/07/2026
Admin UNIMOF
5 menit baca
Komitmen memperkuat jejaring pendidikan tinggi Muhammadiyah kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu yang menghadirkan Dekan Fakultas Ag

Komitmen memperkuat jejaring pendidikan tinggi Muhammadiyah kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu yang menghadirkan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., di Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF), Senin (6/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores 2026 yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Darul Fallaah Universitas Muhammadiyah Makassar di Bissoloro.

Kuliah tamu yang berlangsung di Aula Utama UNIMOF tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi akademik, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi intelektual yang mempertemukan sivitas akademika dua perguruan tinggi Muhammadiyah. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta dakwah Muhammadiyah di kawasan Indonesia Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Rektor UNIMOF, Drs. Daniel Fernandez, M.Si., yang mewakili pimpinan universitas sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir Wakil Rektor III UNIMOF, jajaran dosen, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sikka, rombongan Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UNIMOF.

Dalam sambutannya, Drs. Daniel Fernandez menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, kehadiran rombongan dari Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antarlembaga pendidikan Muhammadiyah sekaligus memperluas peluang kolaborasi di berbagai bidang.

Ia menegaskan bahwa kerja sama antaramal usaha Muhammadiyah harus terus diperkuat melalui berbagai aktivitas akademik yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kualitas pendidikan tinggi. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk program bersama yang berkelanjutan, seperti penelitian kolaboratif, pertukaran dosen, pengembangan kurikulum, hingga pengabdian kepada masyarakat.

"Kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh rombongan Pondok Pesantren Darul Fallaah dan Universitas Muhammadiyah Makassar. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan sebuah kehormatan bagi UNIMOF. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal lahirnya berbagai kerja sama produktif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Muhammadiyah serta kemajuan masyarakat," ujarnya.

Jalannya kuliah tamu dipandu oleh Abdul Gadri Jihad, S.Sos., M.Pd. sebagai moderator. Dengan pendekatan yang komunikatif dan dialogis, ia mengarahkan jalannya diskusi sehingga peserta dapat mengikuti materi secara aktif sekaligus berinteraksi langsung dengan narasumber melalui sesi tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Dr. Amirah Mawardi mengangkat tema mengenai transformasi pendidikan Islam dalam membangun generasi unggul, berkarakter, dan berkemajuan di tengah dinamika perkembangan global. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi Islam, khususnya yang berada di bawah naungan Muhammadiyah, memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berintegritas, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Menurutnya, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas secara intelektual. Perguruan tinggi juga dituntut membentuk lulusan yang mampu menjadi pemimpin, agen perubahan, dan penggerak kemajuan masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pendidikan. Integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai spiritual dinilai menjadi kunci dalam menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

"Perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk melahirkan insan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berpikir kritis, mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman, serta memiliki komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus terus menjadi ruh dalam setiap aktivitas pendidikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Amirah menyoroti pentingnya membangun budaya literasi, riset, inovasi, dan kolaborasi sebagai bekal menghadapi tantangan Revolusi Industri 5.0 serta percepatan transformasi digital. Menurutnya, mahasiswa harus terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, serta kolaborasi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai moral.

Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi hendaknya dipandang sebagai peluang untuk memperkuat kualitas pendidikan dan dakwah, bukan sebagai ancaman terhadap nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana, produktif, dan bertanggung jawab.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Mahasiswa UNIMOF memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengembangan pendidikan Islam, peluang melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar, penguatan moderasi beragama, hingga strategi membangun karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

Menutup kegiatan, moderator Abdul Gadri Jihad merangkum berbagai gagasan penting yang berkembang selama forum berlangsung. Ia menilai kuliah tamu tersebut tidak hanya memberikan tambahan wawasan akademik bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan Muhammadiyah di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan dakwah.

Kuliah tamu ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Kunjungan Muhibah dan Studi Budaya Lintas Flores 2026. Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Darul Fallaah bersama Universitas Muhammadiyah Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk mempererat jejaring perguruan tinggi Muhammadiyah, memperluas ruang kolaborasi akademik, serta memperkuat dakwah intelektual yang berorientasi pada lahirnya generasi Islam yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa di tingkat nasional maupun global.

Tag

#Dekan FAI Unismuh Makassar#Kuliah Tamu UNIMOF#Universitas Muhammadiyah Maumere#Universitas Muhammadiyah Makassar#Pondok Pesantren Darul Fallaah#Kunjungan Muhibah Lintas Flores 2026#Muhammadiyah#Pendidikan Islam#Dakwah Muhammadiyah#Kuliah Tamu#UNIMOF#FAI Unismuh#Mahasiswa UNIMOF#Pendidikan Tinggi Muhammadiyah#Transformasi Pendidikan Islam#Literasi#Riset#Inovasi#Revolusi Industri 5.0