
Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menyelenggarakan Gelar Karya bertema "Membangun Kreativitas, Inovasi, dan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa" di Ruang D6 UNIMOF, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 51 mahasiswa semester II dan VI ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil kreativitas sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha melalui berbagai produk inovatif yang dikembangkan selama proses perkuliahan.
Kegiatan diselenggarakan oleh Nur Chotimah, S.Kom., M.M., selaku dosen pengampu mata kuliah, bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPro) Pendidikan Ekonomi. Selain menjadi bagian dari proses pembelajaran, Gelar Karya juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori kewirausahaan ke dalam praktik nyata.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan doa bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti sambutan dari dosen pengampu mata kuliah, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Maumere Abdul Kholiq, S.E., M.M., serta Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Rusli Hereng, M.Pd. yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Dalam sambutannya, Abdul Kholiq, S.E., M.M. mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menghasilkan karya-karya inovatif yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan menciptakan peluang usaha.
"Perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan mandiri. Melalui kegiatan Gelar Karya ini, mahasiswa belajar bahwa kewirausahaan bukan hanya teori di ruang kelas, tetapi sebuah pengalaman nyata dalam menciptakan produk, membangun kepercayaan diri, dan membaca peluang pasar. Saya berharap semangat ini terus tumbuh sehingga setelah lulus mereka mampu menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja," ujar Abdul Kholiq, S.E., M.M.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Rusli Hereng, M.Pd. menegaskan bahwa Gelar Karya merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi abad ke-21.
"Melalui kegiatan ini mahasiswa belajar bagaimana sebuah ide dapat diwujudkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga menyusun strategi pemasaran, bekerja dalam tim, mempresentasikan hasil karya, hingga menerima masukan dari para penilai. Pengalaman seperti ini menjadi bekal yang sangat penting dalam menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha," kata Rusli Hereng, M.Pd.
Setelah acara pembukaan, para dosen selaku tim penilai melakukan peninjauan ke setiap stan pameran. Mahasiswa kemudian mempresentasikan produk yang mereka hasilkan dengan menjelaskan proses produksi, strategi pemasaran, target konsumen, hingga keunggulan produk dibandingkan produk lain yang sejenis.
Sebanyak 17 kelompok berpartisipasi dalam Gelar Karya, terdiri atas 3 kelompok mahasiswa semester II dan 14 kelompok mahasiswa semester VI. Beragam produk kreatif ditampilkan sebagai hasil implementasi pembelajaran kewirausahaan yang telah mereka pelajari selama satu semester.
Selama proses penilaian berlangsung, tim dosen memberikan berbagai masukan terkait inovasi produk, kualitas kemasan, strategi promosi, hingga peluang pengembangan usaha agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing yang lebih baik di masyarakat.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Mahasiswa tampak percaya diri mempresentasikan hasil karya mereka kepada tim penilai maupun para pengunjung. Interaksi yang terjalin tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pentingnya kreativitas, komunikasi, dan kemampuan membangun jejaring dalam dunia bisnis.
Ketua HMPro Pendidikan Ekonomi, Basilius Lusi, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun karakter sebagai calon wirausahawan muda.
"Kewirausahaan tidak hanya tentang memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang menciptakan inovasi, membuka peluang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Basilius Lusi.
Menurutnya, semangat kewirausahaan harus terus ditanamkan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah agar mereka memiliki keberanian menciptakan usaha yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.40 WITA tersebut berjalan tertib, aktif, dan penuh semangat. Seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan antusias, mulai dari pembukaan, peninjauan stan, presentasi produk, hingga sesi penilaian.
Ke depan, Program Studi Pendidikan Ekonomi bersama HMPro berharap Gelar Karya dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dengan melibatkan lebih banyak peserta, menghadirkan produk-produk yang lebih inovatif, serta memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Maumere kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang kreatif, inovatif, adaptif, dan siap menjadi wirausahawan muda yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi masyarakat.
Tag
Berita Terkait

UNIMOF Tanamkan Integritas Akademik, Maba Diajak Cerdas Memanfaatkan Teknologi AI

Maba UNIMOF Praktik Menelusuri Referensi, Asah Kemampuan Menemukan Sumber Ilmiah Sesuai Bidang Studi

