
Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu dan tata kelola perguruan tinggi yang efektif, terukur, transparan, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang Terintegrasi dalam Tata Kelola PTS dengan Model e-SPMI-BSC, yang dilaksanakan selama dua hari, 10–11 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan Hironimus Tangi, S.Pd., M.Pd., selaku fasilitator sekaligus perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV. Sementara itu, jajaran pimpinan dan pengelola akademik serta mutu Universitas Muhammadiyah Maumere mengikuti kegiatan secara terpusat dari Auditorium Rektorat UNIMOF.
Bimtek ini menjadi momentum strategis bagi UNIMOF untuk memperkuat implementasi SPMI agar tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif semata, tetapi benar-benar terintegrasi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan mutu perguruan tinggi. Melalui pendekatan tersebut, SPMI diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem tata kelola institusi yang mendorong peningkatan kinerja secara terukur dan berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Hironimus Tangi menekankan pentingnya transformasi pengelolaan SPMI menuju sistem yang lebih efisien, terintegrasi, berbasis data, dan mudah ditelusuri. Model e-SPMI-BSC dipandang sebagai salah satu pendekatan yang dapat membantu perguruan tinggi menghubungkan indikator kinerja dengan sasaran strategis institusi, sehingga proses pemantauan, evaluasi, dan pelaporan mutu dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah tuntutan tata kelola perguruan tinggi yang semakin dinamis. Pengelolaan mutu tidak lagi cukup dilakukan melalui dokumen yang tersimpan secara terpisah pada masing-masing unit, tetapi membutuhkan sistem yang mampu mengintegrasikan data, indikator, target, capaian, evaluasi, hingga tindak lanjut peningkatan mutu.
Salah satu substansi penting yang mengemuka dalam pelaksanaan Bimtek adalah perlunya efisiensi dalam proses pelaporan. Data dan dokumen mutu harus dikelola secara sistematis agar proses evaluasi dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan akuntabel. Dengan demikian, pelaporan mutu tidak semestinya dipandang sebagai beban administratif, melainkan sebagai instrumen manajemen yang menyediakan informasi penting bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan dan strategi peningkatan kinerja institusi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur pimpinan dan pengelola akademik serta mutu di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maumere. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I UNIMOF, M. Fitri, M.Pd.; Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Magdalena Dhema, M.Pd.; Ketua LP3M; para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP); para Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Sains dan Bisnis (FSB); para Ketua Program Studi di lingkungan FKIP dan FSB; serta Kepala UPT BAAKSDM, Wahyu Ningsih, M.Pd.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penjaminan mutu merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi tugas lembaga penjaminan mutu. Implementasi SPMI yang efektif membutuhkan keterlibatan seluruh unit kerja, mulai dari tingkat universitas, fakultas, program studi, hingga unit pendukung akademik dan administrasi.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai pentingnya membangun ekosistem mutu yang terintegrasi. Setiap unit diharapkan mampu memahami keterkaitan antara perencanaan program, indikator kinerja, pelaksanaan kegiatan, evaluasi capaian, penyusunan laporan, serta tindak lanjut perbaikan sebagai bagian dari satu rangkaian tata kelola mutu.
Penerapan model e-SPMI-BSC juga memberikan perspektif baru bahwa pelaporan mutu seharusnya tidak dipandang sebagai pekerjaan administratif yang berulang. Sebaliknya, data yang dihasilkan dari proses penjaminan mutu harus mampu menjadi sumber informasi strategis bagi institusi dalam membaca capaian, mengidentifikasi persoalan, menentukan prioritas, serta merumuskan langkah peningkatan kinerja.
Dengan sistem yang terintegrasi, proses pengumpulan dan pengolahan data diharapkan menjadi lebih efisien, mengurangi duplikasi pelaporan, memudahkan penelusuran bukti, serta mempercepat penyusunan laporan evaluasi dan tindak lanjut. Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi perguruan tinggi untuk berkonsentrasi pada substansi peningkatan mutu.
Bagi Universitas Muhammadiyah Maumere, kegiatan ini memiliki arti penting dalam memperkuat kesiapan institusi menghadapi tuntutan akuntabilitas, transparansi, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Implementasi SPMI yang konsisten diharapkan mampu mendorong setiap unit kerja untuk melaksanakan program berdasarkan target, indikator, data, dan evaluasi yang jelas.
Melalui Bimtek ini, UNIMOF tidak hanya diarahkan untuk semakin tertib dalam pengelolaan dan pelaporan data mutu, tetapi juga untuk membangun budaya kerja yang menjadikan mutu sebagai bagian dari proses tata kelola sehari-hari. Dengan demikian, SPMI dapat berfungsi sebagai instrumen strategis sekaligus mesin penggerak peningkatan kualitas institusi, bukan sekadar instrumen dokumentasi administratif.
Ke depan, hasil Bimtek diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penguatan koordinasi antarsatuan kerja, optimalisasi sistem digital, pemutakhiran data mutu, serta pelaksanaan evaluasi dan tindak lanjut secara konsisten. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) berjalan secara nyata dan berkesinambungan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Maumere.
Pelaksanaan Bimtek Pengelolaan SPMI dengan Model e-SPMI-BSC akhirnya menjadi penanda bahwa transformasi tata kelola mutu di perguruan tinggi membutuhkan dua hal yang harus berjalan secara bersamaan, yakni sistem yang efisien dan budaya mutu yang kuat. Ketika keduanya mampu berjalan secara sinergis, pelaporan tidak lagi menjadi pekerjaan administratif yang berulang, tetapi berubah menjadi sumber informasi strategis untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik dan mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Bagi UNIMOF, langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus membangun tata kelola perguruan tinggi yang terukur, adaptif, akuntabel, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu, sekaligus memperkuat budaya kerja yang menempatkan mutu sebagai tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.
Tag
Berita Terkait

UNIMOF Tanamkan Integritas Akademik, Maba Diajak Cerdas Memanfaatkan Teknologi AI

Maba UNIMOF Praktik Menelusuri Referensi, Asah Kemampuan Menemukan Sumber Ilmiah Sesuai Bidang Studi

