Mahasiswa Baru UNIMOF Belajar Etika AI, Tiga Peserta Raih Hadiah
Kegiatan

Mahasiswa Baru UNIMOF Belajar Etika AI, Tiga Peserta Raih Hadiah

14/09/2026
Admin UNIMOF
5 menit baca
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF)

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu materi yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) dalam rangkaian Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) Mahasiswa Baru Tahun 2026. Tak hanya mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan AI dalam dunia perkuliahan, tiga mahasiswa baru juga memperoleh hadiah berupa laptop, merchandise, dan voucher.

Sesi bertajuk “AI sebagai Asisten Kuliah: Membantu atau Membahayakan?” tersebut berlangsung pada Senin (14/9/2026), pukul 10.30–11.15 WITA, di Hall Djamzan Al-Kindi UNIMOF. Kegiatan diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Maumere bekerja sama dengan PT Filosi Exider Inovasi, dengan menghadirkan Frengki Ludji, Wakil Direktur IT PT Filosi Exider Inovasi, sebagai narasumber.

Di hadapan mahasiswa baru, Frengki Ludji mengajak peserta memahami perkembangan AI sekaligus melihat peluang dan tantangan penggunaannya dalam lingkungan akademik. AI, menurutnya, dapat menjadi alat bantu yang memberikan banyak kemudahan dalam proses belajar apabila digunakan secara tepat.

Mahasiswa dapat memanfaatkan AI untuk mencari ide, membantu memahami materi, mengeksplorasi informasi, hingga mendukung berbagai aktivitas perkuliahan. Namun, kemudahan tersebut perlu disertai kesadaran mengenai etika, batasan, dan risiko penggunaan teknologi.

Pesan tersebut menjadi penting karena kemampuan teknologi dalam menghasilkan informasi dan jawaban secara cepat tidak serta-merta menjadikan seluruh hasilnya benar. Mahasiswa tetap dituntut memiliki kemampuan untuk memeriksa informasi, melakukan analisis, berpikir kritis, serta bertanggung jawab terhadap setiap pekerjaan akademik yang dihasilkan.

“Gunakan AI untuk membantu berpikir, bukan menggantikan cara kita berpikir,” ujar Frengki Ludji dalam sesi tersebut.

Pesan itu menjadi salah satu inti materi yang diberikan kepada mahasiswa baru. AI diperkenalkan bukan sebagai pengganti proses berpikir mahasiswa, melainkan sebagai asisten yang dapat membantu mempercepat dan memperkaya proses pembelajaran.

Mahasiswa juga diarahkan untuk tidak menjadikan AI sebagai jalan pintas dalam menyelesaikan tugas. Pemanfaatan teknologi perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses belajar yang tetap mengedepankan kreativitas, integritas akademik, kemampuan analisis, dan kemandirian berpikir.

Tiga Mahasiswa Raih Hadiah

Suasana sesi OKK semakin menarik ketika PT Filosi Exider Inovasi memberikan apresiasi kepada tiga mahasiswa baru. Hadiah tersebut diberikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus bentuk apresiasi untuk meningkatkan antusiasme peserta.

Tiga mahasiswa mendapatkan hadiah dalam bentuk berbeda. Satu mahasiswa memperoleh hadiah utama berupa satu unit laptop, sementara dua mahasiswa lainnya mendapatkan merchandise dan voucher.

Pemberian laptop menjadi salah satu momen yang paling menarik perhatian peserta. Perangkat tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas akademik, mulai dari mengerjakan tugas, mengakses sumber belajar, mengikuti aktivitas perkuliahan berbasis digital, hingga mengembangkan keterampilan teknologi.

Sementara itu, merchandise dan voucher menjadi bentuk apresiasi lainnya yang diberikan kepada mahasiswa. Kehadiran berbagai hadiah tersebut membuat sesi pengenalan AI berlangsung lebih interaktif dan memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian OKK.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengenalan teknologi kepada mahasiswa baru dapat dikemas dengan pendekatan edukatif sekaligus menyenangkan. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai perkembangan AI, tetapi juga didorong untuk aktif mengikuti materi dan berinteraksi selama kegiatan berlangsung.

Bagi UNIMOF, pengenalan AI dalam rangkaian OKK juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan untuk memahami cara kerja, manfaat, keterbatasan, serta konsekuensi penggunaannya.

Pemanfaatan AI secara bijak di lingkungan perguruan tinggi juga berkaitan erat dengan pembentukan budaya akademik. Teknologi dapat membantu mahasiswa menemukan berbagai kemungkinan dan memperluas akses terhadap informasi, tetapi proses pembelajaran tetap membutuhkan usaha, kejujuran, kreativitas, dan tanggung jawab manusia yang menggunakannya.

Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru UNIMOF diharapkan mampu menjadikan AI sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi akademik tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mandiri.

Pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut sederhana, tetapi menjadi penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat: AI seharusnya membantu mahasiswa berpikir lebih baik, bukan membuat mahasiswa berhenti berpikir.

Pemberian laptop, merchandise, dan voucher kepada tiga mahasiswa pun diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta OKK 2026 untuk lebih aktif, kreatif, dan antusias mengikuti proses pembelajaran di Universitas Muhammadiyah Maumere.

Dengan bekal pemahaman tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu menyambut perkembangan AI secara positif. Teknologi dapat menjadi sarana untuk belajar lebih cepat, bekerja lebih efektif, dan menghasilkan karya yang lebih baik, selama penggunaannya tetap berada dalam koridor etika, integritas akademik, dan tanggung jawab.

Tag

#UNIMOF#Universitas Muhammadiyah Maumere#OKK 2026#mahasiswa baru UNIMOF#Artificial Intelligence#AI dalam perkuliahan#AI sebagai asisten kuliah#teknologi pendidikan#PT Filosi Exider Inovasi#Frengki Ludji#AI akademik