
Program Studi Pendidikan Kimia bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPro) Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) menggelar kegiatan Bina Akrab, Demo Sains, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Ngolo, Desa Gunung Sari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, pada 1–4 Juli 2026. Mengusung tema “Menumbuhkan Persaudaraan dalam Reaksi Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa sekaligus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai aktivitas edukatif dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Kimia, guru dan siswa MA Nurwahid Gunung Sari, serta masyarakat Ngolo, Desa Gunung Sari. Sebanyak lima tim kepanitiaan bekerja sama menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang memadukan pembinaan karakter, penguatan organisasi, edukasi sains, dan aksi sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta (check in), kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan dan pelepasan peserta oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Maumere, Abdul Kholiq, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Pendidikan Kimia dan HMPro Pendidikan Kimia yang terus menghadirkan kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial mahasiswa. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar berkolaborasi dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Setelah prosesi pelepasan, seluruh peserta bertolak menuju Ngolo, Desa Gunung Sari untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh panitia.
Sebagai pembuka kegiatan, peserta memperoleh pembekalan melalui materi kepemimpinan yang disampaikan oleh Akmal Aminudin, S.AP., dosen Program Studi Administrasi Kesehatan. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya membangun karakter pemimpin yang berintegritas, mampu berkomunikasi secara efektif, serta memiliki kemampuan mengambil keputusan dan bekerja sama dalam sebuah tim.
Materi berikutnya mengenai keorganisasian disampaikan oleh Florentino G. G. Rande, S.Sos., M.Sos., dosen Program Studi Bisnis Digital. Melalui materi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya tata kelola organisasi yang baik, pembagian peran yang jelas, komunikasi yang efektif, serta kemampuan membangun kolaborasi dalam menjalankan berbagai program kemahasiswaan. Pembekalan ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan organisasi yang profesional sekaligus menjadi calon pendidik yang memiliki jiwa kepemimpinan.

Selain memperoleh pembekalan, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi lingkungan setempat. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah pelatihan pembuatan kecap berbahan dasar air kelapa. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan lokal yang mudah diperoleh menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk sebagai alternatif produk sederhana yang mudah dibuat dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat karena memanfaatkan bahan yang relatif mudah diperoleh serta dapat diproduksi secara mandiri.
Kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti membersihkan masjid dan kawasan pantai bersama komunitas peduli sampah plastik. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kebersihan serta pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara sivitas akademika dengan masyarakat melalui semangat gotong royong.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi sains di kalangan pelajar, mahasiswa Pendidikan Kimia juga mengadakan demonstrasi sains di MA Nurwahid Gunung Sari. Berbagai eksperimen menarik diperagakan, mulai dari percobaan Lampu Lava, pengenalan konsep asam dan basa menggunakan indikator alami, hingga demonstrasi Busa Api. Seluruh demonstrasi dikemas secara interaktif sehingga mampu menarik perhatian para siswa sekaligus memperlihatkan bahwa pembelajaran kimia dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga memperkenalkan media pembelajaran Clash of Chemistry, sebuah alat peraga edukatif yang dirancang untuk membantu siswa memahami konsep-konsep kimia melalui pendekatan yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Kehadiran media tersebut membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup karena siswa dapat belajar sambil berinteraksi secara langsung dengan alat peraga yang disediakan.
Selama empat hari pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta menunjukkan semangat kebersamaan yang tinggi. Interaksi antara mahasiswa, dosen, guru, siswa, dan masyarakat berlangsung dengan penuh kehangatan sehingga menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. Nilai-nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta kerja sama menjadi bagian penting yang mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Bina Akrab yang bertujuan mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Melalui berbagai aktivitas kebersamaan, peserta diajak membangun hubungan yang lebih dekat sehingga tercipta ikatan kekeluargaan yang semakin kuat. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi bersama untuk menilai pelaksanaan program sekaligus menjadi bahan perbaikan bagi kegiatan serupa di masa mendatang sebelum akhirnya ditutup secara resmi.
Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, Sri Astuti Rahman Coa, S.Pd., M.T., mengatakan bahwa kegiatan Bina Akrab, Demo Sains, dan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa agar mampu menjadi lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan beradaptasi dengan masyarakat.
"Melalui kegiatan Bina Akrab, Demo Sains, dan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat menjadi ruang yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mengembangkan keterampilan komunikasi, membangun kerja sama, serta memahami berbagai persoalan sosial yang ada di lingkungan sekitar.
Ke depan, Program Studi Pendidikan Kimia berharap kegiatan Bina Akrab, Demo Sains, dan Pengabdian kepada Masyarakat dapat menjadi agenda rutin Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Dengan demikian, sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga mahasiswa semakin mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pembangunan daerah. Melalui kegiatan semacam ini, Universitas Muhammadiyah Maumere terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat sesuai dengan semangat pengabdian dan nilai-nilai kemuhammadiyahan.

Tag
Berita Terkait

UNIMOF Tanamkan Integritas Akademik, Maba Diajak Cerdas Memanfaatkan Teknologi AI

Maba UNIMOF Praktik Menelusuri Referensi, Asah Kemampuan Menemukan Sumber Ilmiah Sesuai Bidang Studi

