UNIMOF dan MDMC Sikka Bergerak Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Palue
Kegiatan

UNIMOF dan MDMC Sikka Bergerak Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Palue

25/08/2026
Admin UNIMOF
5 menit baca
Menanggapi bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Flores dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah, Universitas Muhammadiyah

Menanggapi bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Flores dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah, Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) turut mengambil bagian dalam respons kemanusiaan melalui tim dan relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sikka.

Respons kemanusiaan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik dan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Minggu–Senin, 23–24 Agustus 2026, dengan melibatkan 10 orang relawan Muhammadiyah Sikka.

Kegiatan ini menyasar masyarakat terdampak di Desa Nitunglea, meliputi Dusun Cua, Dusun Nitung dan Dusun Awamale, serta Desa Kesokoja, khususnya Dusun Natakuni. Secara keseluruhan, bantuan menjangkau sekitar 200 kepala keluarga (KK), terdiri atas 85 KK di Dusun Cua, 41 KK di Dusun Nitung, 26 KK di Dusun Awamale dan 48 KK di Dusun Natakuni.

Keterlibatan UNIMOF bersama MDMC Sikka merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat dalam merespons kondisi darurat pascabencana. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga memberikan dukungan psikososial, terutama kepada anak-anak yang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Sebelum diberangkatkan menuju Palue, para relawan terlebih dahulu melakukan pengadaan dan pengemasan bantuan logistik di Maumere. Bantuan yang disiapkan meliputi paket sembako, obat-obatan, tikar, terpal, serta kebutuhan bayi, balita dan perempuan.

Perjalanan menuju Pulau Palue dimulai dari Pelabuhan Kewapante pada Sabtu sore. Sekitar pukul 17.48 WITA, kapal bertolak menuju Palue dengan membawa berbagai kebutuhan bagi masyarakat terdampak. Setelah menempuh perjalanan laut selama beberapa jam, para relawan tiba di Palue dan kemudian menuju posko Muhammadiyah untuk beristirahat sekaligus mempersiapkan agenda penyaluran bantuan pada hari berikutnya.

Pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WITA, para relawan bergerak dari posko menuju Desa Nitunglea. Perjalanan menuju sejumlah titik penyaluran menghadapi tantangan medan yang cukup berat. Kondisi jalan yang dipenuhi longsoran, bebatuan dan kerusakan badan jalan membuat kendaraan beberapa kali mengalami kesulitan untuk melintas.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan. Bantuan tetap dibawa hingga ke titik-titik yang telah ditentukan agar dapat diterima secara langsung oleh masyarakat terdampak. Di Desa Nitunglea, bantuan disalurkan kepada warga dengan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk lanjut usia, bayi, balita dan anak-anak.

Pada hari yang sama sekitar pukul 15.38 WITA, tim melanjutkan perjalanan menuju Desa Kesokoja, Dusun Natakuni. Untuk menjangkau masyarakat di wilayah tersebut, para relawan harus berjalan kaki sekitar 3,5 kilometer dengan melewati medan berupa tanjakan dan turunan yang cukup ekstrem. Selain menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, relawan juga harus membawa bantuan logistik hingga ke lokasi.

Sesampainya di Dusun Natakuni, bantuan disalurkan langsung kepada warga terdampak. Relawan juga memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak memperoleh ruang yang aman dan menyenangkan untuk berinteraksi serta mengurangi beban psikologis yang mungkin muncul setelah mengalami bencana.

Setelah menyelesaikan penyaluran dan pendampingan, para relawan kembali berjalan kaki menuju posko dengan melewati medan yang sama. Keterbatasan akses dan kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut.

Respons kemanusiaan kemudian dilanjutkan pada Senin, 24 Agustus 2026. Para relawan melaksanakan kegiatan psikososial melalui klaster pendidikan bagi anak-anak sekolah dasar di sekitar posko. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.12 hingga 10.28 WITA dengan menghadirkan aktivitas yang dirancang untuk menciptakan suasana positif dan mendukung pemulihan anak-anak di tengah situasi pascabencana.

Salah seorang warga Dusun Natakuni, Maria, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima dari Muhammadiyah Sikka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Muhammadiyah Sikka yang telah memberikan bantuan kepada kami. Seperti yang dilihat, rumah kami hancur rata dengan tanah, tidak ada yang tersisa. Kami sangat membutuhkan bantuan ini karena selama beberapa hari pascagempa kami mengalami kondisi yang sangat sulit,” ujar Maria.

Melalui keterlibatan tersebut, UNIMOF bersama MDMC Sikka menunjukkan bahwa respons terhadap bencana tidak hanya berbentuk bantuan material, tetapi juga kehadiran, pendampingan dan dukungan moral bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Kegiatan kemanusiaan ini sekaligus menjadi wujud kepedulian Muhammadiyah dan UNIMOF terhadap masyarakat terdampak bencana di Flores. Kehadiran relawan di lapangan diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat setelah gempa.

Ke depan, masyarakat berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat mempercepat penyaluran bantuan logistik sesuai kebutuhan di lapangan. Selain bantuan kebutuhan dasar, warga juga berharap adanya dukungan untuk pembangunan kembali rumah-rumah yang rusak maupun hancur akibat gempa sehingga masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menjalani kehidupan secara lebih aman.

Bagi UNIMOF dan MDMC Sikka, respons kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus hadir bersama masyarakat ketika bencana terjadi. Semangat gotong royong dan kepedulian diharapkan terus diperkuat agar proses pemulihan warga terdampak gempa dapat berjalan secara berkelanjutan.

Tag

#UNIMOF#Universitas Muhammadiyah Maumere#MDMC Sikka#Muhammadiyah Sikka#gempa Flores#gempa Palue#bantuan gempa#penyaluran logistik#psikososial#relawan Muhammadiyah#korban gempa Palue#bencana Flores#Kabupaten Sikka#Palue#bantuan kemanusiaan