
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Maumere (UNIMOF) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berbasis budaya lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Menghidupkan Matematika Melalui Kue Tradisional Bolo Pagar: Pendekatan Etnomatematika dalam Pengabdian Masyarakat” yang berlangsung di SMKS St. Thomas Maumere, Kabupaten Sikka, pada Jumat (19/06/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 29 peserta ini menjadi salah satu upaya UNIMOF dalam memperkenalkan konsep matematika yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui pendekatan etnomatematika, yaitu pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Pengabdian ini melibatkan 16 anggota tim yang terdiri dari 7 dosen dan 9 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Semester IV. Adapun dosen yang terlibat yakni Magdalena Dhema, M.Pd., Dian Nan Bryliant, M.Mat., Agnesia Bergita Anomesia, M.Pd., Vinsensius Herianto Ndori, M.Pd., Wahyuningsi, S.Si., M.Pd., Abdul Gadir Jihad, S.Sos., M.Pd., serta Yulius M.D.S. Seko, M.Pd. Sementara mahasiswa yang terlibat antara lain Damiana Claris Tarti Nagi, Lusia Yovita Delang, Chelsa Faradhila Putri, Stevania Isnawati Marta, Titus Tota, Veronika Oktavia, Zulfiana, Theresia Afriana, dan Theresia Elfringka.
Mengusung semangat “Melestarikan Budaya, Mengandung Konsep Pengukuran dan Bilangan, Menghidupkan Matematika”, kegiatan ini bertujuan memperlihatkan bahwa matematika tidak hanya hadir dalam buku pelajaran dan ruang kelas, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas budaya masyarakat, salah satunya melalui kue tradisional Bolo Pagar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan tim pelaksana kepada seluruh peserta. Untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan, tim kemudian mengajak peserta mengikuti sesi ice breaking yang berlangsung interaktif dan penuh semangat.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai konsep etnomatematika yang terkandung dalam kue tradisional Bolo Pagar. Dalam sesi ini dijelaskan berbagai konsep matematika yang dapat ditemukan dalam proses pembuatan kue, seperti konsep geometri pada bentuk kue, konsep bilangan dan perbandingan dalam takaran bahan, serta konsep pengukuran yang digunakan untuk menghasilkan ukuran dan kualitas kue yang seragam.
Setelah menerima materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan praktik langsung. Mereka mengamati bentuk kue, mengidentifikasi unsur-unsur matematika yang terkandung di dalamnya, serta mendiskusikan penerapan konsep matematika dalam proses pembuatannya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat terkait konsep-konsep matematika yang ditemukan selama praktik kelompok. Interaksi yang terjalin antara peserta dan tim pelaksana berjalan dengan baik sehingga proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan menyenangkan.

Maria Adriana Ivony, Ketua Kelas XI Keperawatan SMKS St. Thomas Maumere, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran matematika pada umumnya.
"Pembelajaran matematika yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan budaya lokal, seperti melalui kue tradisional Bolo Pagar, membantu memahami konsep secara lebih nyata, kontekstual, dan bermakna," ungkap Maria.
Menurut tim pelaksana, pendekatan etnomatematika memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap matematika karena konsep yang dipelajari langsung dikaitkan dengan pengalaman dan budaya yang mereka kenal. Selain itu, pendekatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
Kegiatan pengabdian ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi UNIMOF dalam mendukung pendidikan yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, pembelajaran matematika diharapkan tidak lagi dipandang sebagai ilmu yang abstrak, melainkan sebagai bagian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ke depan, Program Studi Pendidikan Matematika UNIMOF berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak sekolah dan peserta didik. Pengembangan pembelajaran berbasis etnomatematika juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan matematika sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, UNIMOF kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Tag
Berita Terkait

UNIMOF Tanamkan Integritas Akademik, Maba Diajak Cerdas Memanfaatkan Teknologi AI

Maba UNIMOF Praktik Menelusuri Referensi, Asah Kemampuan Menemukan Sumber Ilmiah Sesuai Bidang Studi

